Saya percaya dengan kalimat yang saya ucapkan tahun lalu,
"Tuhan memberikan sesuatu itu kalau saya sudah siap"
dan itu telah banyak terbukti belakangan ini.
24 May 2010
20 May 2010
Will it be shine tomorrow ?
The warm tears and the cry of love
Where have those shinning days disappeared to ?
If tomorrow the road to our goal wanders off too
This unusual beginning will never come back
Have I finished listening to the speeches
that the voice of my heart tells me ?
Though I stand lost in this wet corner of town
The sky then, I’ll remmember everytime
Lord, let me be lonely and troubled
and able to cry when i need to
Is this my fate ?
Shoud i give up ?
The season returns just like magic
Oh, Baby. No, maybe.
Is there no “feeling” too, without “love” ?
To grieve is to be free
That is this world’s only consequence
Oh baby you're maybe
Without “love”, there can’t be “comfort”
This happy feeling
I’ll embrace one more time
In the past, for the sake of love
I had kept beautiful memories
Beyond the distant past, the life we are yet to see
has one dream which will make it come true
Who will open the door of miracle ?
Just so you smile once again
Have you noticed ?
That the key
Is on the palm of your hand
Why baby oh tell me!
Without “love”, there is no “growth” too
To not forsee is to be free
In order to protect that vision
Oh, baby. You ‘ re maybe.
Not just a little game
This broken feeling
I will overcome for one more chance
I talk to myself
Oh, baby. No, maybe.
Is there no “feeling” too, without “love”?
To grieves is to be free
For the only thing you leave behind is regret
Oh, baby. Smile baby.
That life is not for eternity
Everyone , one by one whispers
softly into their hearts
Will tomorrow be a clear day ?
Under the distant sky
Where have those shinning days disappeared to ?
If tomorrow the road to our goal wanders off too
This unusual beginning will never come back
Have I finished listening to the speeches
that the voice of my heart tells me ?
Though I stand lost in this wet corner of town
The sky then, I’ll remmember everytime
Lord, let me be lonely and troubled
and able to cry when i need to
Is this my fate ?
Shoud i give up ?
The season returns just like magic
Oh, Baby. No, maybe.
Is there no “feeling” too, without “love” ?
To grieve is to be free
That is this world’s only consequence
Oh baby you're maybe
Without “love”, there can’t be “comfort”
This happy feeling
I’ll embrace one more time
In the past, for the sake of love
I had kept beautiful memories
Beyond the distant past, the life we are yet to see
has one dream which will make it come true
Who will open the door of miracle ?
Just so you smile once again
Have you noticed ?
That the key
Is on the palm of your hand
Why baby oh tell me!
Without “love”, there is no “growth” too
To not forsee is to be free
In order to protect that vision
Oh, baby. You ‘ re maybe.
Not just a little game
This broken feeling
I will overcome for one more chance
I talk to myself
Oh, baby. No, maybe.
Is there no “feeling” too, without “love”?
To grieves is to be free
For the only thing you leave behind is regret
Oh, baby. Smile baby.
That life is not for eternity
Everyone , one by one whispers
softly into their hearts
Will tomorrow be a clear day ?
Under the distant sky
17 May 2010
SNMPTN BENTROK SAMA UAS...!!!!
NNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO............!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
T.T
T.T
................
if you don't give it, i'll still try to get it..
if you feel to give it already, now,... i'll still love you, more and more...
and if you don't care about it, i want you to know that i'll still care about it...
if you feel to give it already, now,... i'll still love you, more and more...
and if you don't care about it, i want you to know that i'll still care about it...
8 May 2010
U know what?
masih teringat ibuku yang meneteskan air matanya hari itu.
"jangan dulu pergi, besok kan masih libur."
maaf, tapi saya sudah tidak tahan lama-lama dirumah.
"jangan dulu pergi, besok kan masih libur."
maaf, tapi saya sudah tidak tahan lama-lama dirumah.
4 May 2010
'saya - anda'
eueueueu...
tadi..
ada yang kurang...
saya tidak tau apa itu.
mungkin, saya tidak lihat muka ceria yang benar2 ceria.
mungkin, waktu yang terlalu singkat.
mungkin, kebodohan saya yang masih berlanjut.
mungkin, dari yang saya bayangkan, tidak ada yang terjadi.
mungkin, saya kurang memberikan perhatian.
mungkin, saya yang kurang dan bahkan tidak mengerti.
mungkin, malah saya yang sebenarnya "tidak layak" untuk dapat perhatian dari.. 'anda'.
mungkin, saya harap 'anda' tidak cukup kecewa.
mungkin, ..........
hanya prasangka, tak tentu jua nyatanya.
saya hanya merasa, 'anda' seperti kurang menikmati perjumpaan tadi.
padahal, saya ingin lebih lama bersama dengan 'anda', hanya untuk sekedar melontarkan pembicaraan garing, basa-basi, atau bahkan hanya sekedar ingin bertemu dan melihat 'anda' lebih lama.
saya tidak tau, sebenarnya seperti apa pandangan 'anda' tentang saya.
apa ada sedikit celah pintu itu terbuka, atau 'anda' hanya menganggap saya sama seperti teman smp yang 'anda' ceritakan itu.
saya tidak tau mau bagaimana.
saya memang tak terlalu mahir dalam prahara rasa.
jika 'anda' tanya tentang rasa,
saya hanya ingin 'anda' tau,
rasa itu tidak berubah,
(jika 'anda' tau sebenarnya.)
tadi..
ada yang kurang...
saya tidak tau apa itu.
mungkin, saya tidak lihat muka ceria yang benar2 ceria.
mungkin, waktu yang terlalu singkat.
mungkin, kebodohan saya yang masih berlanjut.
mungkin, dari yang saya bayangkan, tidak ada yang terjadi.
mungkin, saya kurang memberikan perhatian.
mungkin, saya yang kurang dan bahkan tidak mengerti.
mungkin, malah saya yang sebenarnya "tidak layak" untuk dapat perhatian dari.. 'anda'.
mungkin, saya harap 'anda' tidak cukup kecewa.
mungkin, ..........
hanya prasangka, tak tentu jua nyatanya.
saya hanya merasa, 'anda' seperti kurang menikmati perjumpaan tadi.
padahal, saya ingin lebih lama bersama dengan 'anda', hanya untuk sekedar melontarkan pembicaraan garing, basa-basi, atau bahkan hanya sekedar ingin bertemu dan melihat 'anda' lebih lama.
saya tidak tau, sebenarnya seperti apa pandangan 'anda' tentang saya.
apa ada sedikit celah pintu itu terbuka, atau 'anda' hanya menganggap saya sama seperti teman smp yang 'anda' ceritakan itu.
saya tidak tau mau bagaimana.
saya memang tak terlalu mahir dalam prahara rasa.
jika 'anda' tanya tentang rasa,
saya hanya ingin 'anda' tau,
rasa itu tidak berubah,
(jika 'anda' tau sebenarnya.)
1 May 2010
Sekedar ucapan yang tak mungkin tersampaikan
Selamat ulang tahun, buat Ende Pupu Faridah,
Sudah 4 tahun lebih tidak kelihatan.
Dimana Kau..!!!!??? Hahh..!
it's nice if see you again.
Sudah 4 tahun lebih tidak kelihatan.
Dimana Kau..!!!!??? Hahh..!
it's nice if see you again.
kadang merasa terbebani
satu hal yang tidak tahu harus gw rasain kayak gimana.
ketika ayah banting tulang mencari nafkah keluarga.
terbersit rasa tidak tega, ketika dia berusaha "mati-matian" untuk menguliahkan saya.
terbersit pikiran untuk putus kuliah saja, dan bantu ayah dibengkelnya itu.
dan ketika gw bilang itu, spontan ibu gw menolak, ayah gw juga.
gw tau kondisi ekonomi keluarga gw ini kayak gimana, "karena gw bukan anak kecil lagi".
dan gw tau ayah sampe bela2in pinjem uang kebank untuk kuliah gw ini.
ayah selalu bilang, "nih, anak bapak, calon arsitek, gimana kuliahnya..?, jadi insinyur yang hebat..!!"
gw bingung, dan gw bilang, "pak, di upi tuh ga ada yang jadi insinyur, gelar teknik pun S.Pd, kalau nanti kerja mau gimana? perusahaan2 bakal nyari lulusan arsitektur murni, bukan arsitektur pendidikan. prospek kerja ga jelas kalo diterusin kuliah disini, dijurusan ini."
dan selalu dengan enteng ayah selalu menjawab, "ya terusin S2, ntar kamu jadi dosen, sama kayak paman kamu".
masalahnya, GW GA MAU, GA MINAT, DAN GA BAKAT JADI DOSEN..!!!
Plus, gw ga tahan kalo mesti bertahan di arsitektur upi sampai 4tahun kedepan. udah gw coba cari kesenangan disini, tapi tetap GA ADA.
dan pastinya, gw ga tega kalo orang tua mesti banting tulang sampe gw lulus S2. gw mau kerja langsung setelah S1, dan biaya S2 dari dompet sendiri.
kenapa IP gw disemester pertama malah lumayan, 3 koma alhamdulillah. tapi itu justru musibah bwt gw.
orang tua jadi berfikir, "kamu pasti bisa", walaupun gw bilang gw ga suka.
sering juga orang tua bilang, "kamu nanti jangan kayak bapak, susah, belajar yang bener, cari kerja, jadi orang sukses. bapak rela kerja sekeras apapun biar kamu sukses. biar nanti kamu bisa mengangkat harkat martabat keluarga."
mereka terlalu banyak menaruh harapan pada anak kedua mereka ini.
harapan yang entah gw bisa capai atau tidak.
gw takut mengecewakan mereka.
ketika ayah banting tulang mencari nafkah keluarga.
terbersit rasa tidak tega, ketika dia berusaha "mati-matian" untuk menguliahkan saya.
terbersit pikiran untuk putus kuliah saja, dan bantu ayah dibengkelnya itu.
dan ketika gw bilang itu, spontan ibu gw menolak, ayah gw juga.
gw tau kondisi ekonomi keluarga gw ini kayak gimana, "karena gw bukan anak kecil lagi".
dan gw tau ayah sampe bela2in pinjem uang kebank untuk kuliah gw ini.
ayah selalu bilang, "nih, anak bapak, calon arsitek, gimana kuliahnya..?, jadi insinyur yang hebat..!!"
gw bingung, dan gw bilang, "pak, di upi tuh ga ada yang jadi insinyur, gelar teknik pun S.Pd, kalau nanti kerja mau gimana? perusahaan2 bakal nyari lulusan arsitektur murni, bukan arsitektur pendidikan. prospek kerja ga jelas kalo diterusin kuliah disini, dijurusan ini."
dan selalu dengan enteng ayah selalu menjawab, "ya terusin S2, ntar kamu jadi dosen, sama kayak paman kamu".
masalahnya, GW GA MAU, GA MINAT, DAN GA BAKAT JADI DOSEN..!!!
Plus, gw ga tahan kalo mesti bertahan di arsitektur upi sampai 4tahun kedepan. udah gw coba cari kesenangan disini, tapi tetap GA ADA.
dan pastinya, gw ga tega kalo orang tua mesti banting tulang sampe gw lulus S2. gw mau kerja langsung setelah S1, dan biaya S2 dari dompet sendiri.
kenapa IP gw disemester pertama malah lumayan, 3 koma alhamdulillah. tapi itu justru musibah bwt gw.
orang tua jadi berfikir, "kamu pasti bisa", walaupun gw bilang gw ga suka.
sering juga orang tua bilang, "kamu nanti jangan kayak bapak, susah, belajar yang bener, cari kerja, jadi orang sukses. bapak rela kerja sekeras apapun biar kamu sukses. biar nanti kamu bisa mengangkat harkat martabat keluarga."
mereka terlalu banyak menaruh harapan pada anak kedua mereka ini.
harapan yang entah gw bisa capai atau tidak.
gw takut mengecewakan mereka.