seperti yang sudah saya duga.
gak tau otak mikir apa, jantung deg-degan gak karuan.
karena tidak bisa tidur semaleman. kemudian memutuskan untuk tidak tidur.
pagi-paginya kakak ngajak tanding PES, dan seperti yang sudah saya duga, berujung penalti dan saya kalah.
masih memikirkan sesuatu yang tidak jelas, akhirnya saya memutuskan untuk pergi. dan seperti yang sudah saya duga, ortu ngelarang pergi, dengan alasan pemborosan uang.
karena saya ingin pergi, maka saya pergi, dengan uang saku sisa bulan kemaren.
oke, saya ingin pergi karena ingin menemui seseorang. untuk sebentar membicarakan sesuatu yang saya pikirkan kemaren-kemaren.
apa saya jauh-jauh pergi sampai di 'kota' bandung hanya untuk menemui dia sebentar? YA.
oke, saya bilang saya dipanggil ibu negara di kampus. itu benar? TIDAK.
lantas, kenapa saya bilang seperti itu? emm.. basa basi, abis belakangan sikap dia aneh.
oke, siap nanggung dosa? untuk orang seperti dia, YA.
ya, ntah maaf, ntah apa lah yang harus saya ucapkan.
saya tau, saya tidak bisa diandalkan.
dan, jika ada salah, maafkan saya.
saya hanya "korban keadaan".
bukan berarti pengecut yang menyalahkan keadaan, tapi memang keadaan telah mengalahkan saya.
(ah, kepanjangan)
susahnya ujian, dan itu sering jadi alasan.
apa itu bohong? ah, memang betul da, ujian emang susah.
dan dengan kondisi yang seperti sekarang, seperti yang sudah saya duga, ia tidak bisa.
oke, saya menyusuri trotoar, kembali naik angkot, "like a hopeless boy", dengan es kelapa muda ditangan.
once more,
apa hari ini sia-sia?
2 comments:
meuni sedih kitu
btw didieu es kelapa muda hese, mun aya ge mahal
hehe. masa sedih sudah berlalu. wkwkwk
Post a Comment