15 October 2010

Dan benih yang aku tanam sejak empat tahun lalu itu kini telah tumbuh kian tinggi diruang hati tak beratap ini. Setiap hari ku siram dan ku rawat sebaik mungkin, berharap suatu hari nanti benih itu akan menjadi pohon besar yang dapat meneduhiku.
Betapa senangnya aku pikir, 2 bulan sudah aku menjalani status tidak lajang bersama seorang perempuan yang paling aku sayang (kedua setelah ibuku). Ya, begitu spesial aku letakkan posisinya dihatiku, sehingga tak seorangpun yang kuasa tuk menggugat.
I’ll say that I love you more and more each time. Berbagai kendala masalah pernah berkunjung di istana hati ini, dan itu telah membuatku memegang erat rasa itu, semakin erat, tak terlepas.
Sempat akan terucap, kata manis untuk pengingat. But then it’s interfered, kata manis terdahului kata terpahit yang pernah aku dengar.
Mungkin ini adalah anugerah dari Tuhan, yang dengan cara-Nya sendiri mengajarkanku apa itu cinta, mengajarkanku apa itu kepedulian, dan mengajarkanku apa itu sakit hati.
If only I could reach your heart and read you mind, I wonder.
Now it’s only just a memory.
Dan tatkala ulat kecil yang kudamba itu telah tumbuh menjadi kupu-kupu indah, terbang, dan tak bisa ku raih lagi, setidaknya aku pernah bersamanya.


EN
13 Oktober 2010

0 comments:

Post a Comment