9 November 2010

Komunikasi yang terjadi semakin jarang. Timbul rasa takut ku akan benar-benar kehilangan dia.
Aku tahu dia memang menjauh. Tapi tetap, rasa takut ku tak terabaikan.
Ya, aku coba kembali menghubungi dia, tak usah berlebih, cukup pesan singkat saja, aku ingin tahu bagaimana respon dia.
Hmm.. malam kemudian, aku masih menatap layar handphone yang dari dulu sama sekali tidak berubah itu. As usual, aku membatalkan niatku untuk bicara dengannya. Aku khawatir itu mengganggu dia, konsentrasi, emosinya.
Aku tahu, aku hanya orang yang tidak tahu diri.

Kau sering berkata, menelfon atau sms, itu hak mu. Tapi yang aku pikirkan, aku tidak mau egois dengan hak ku, diatas perasaan, emosi, dan kepentinganmu. (that’s the “dizzy maker” in my head)

see also: my feeling

0 comments:

Post a Comment